Tampilkan postingan dengan label Actuator. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Actuator. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 Januari 2012

Automation Control Dengan Programmable Logic Control (PLC)


Programmable Logic Control (PLC)



Programmable Logic Control (PLC) adalah suatu komputer mini yang dapat melakukan suatu proses baik aritmatika ataupun logika. Didalam Programmable Logic Control (PLC) terdapat processor, memory dan I/O. Sistem kontrol dengan menggunakan Programmable Logic Control (PLC) memberikan banyak kelebihan karena dapat digunakan untuk system control dengan lebih cepat dan mudah. Penggunaan kontak relay bantu yang sedikit, karena sudah digantikan dengan kontak relay pada Programmable Logic Control (PLC). Sehingga menjadikan pengawatan menjadi lebih sederhana. Sedangkan pada system control convensional memerlukan relay lebih banyak, sehingga pengawatan menjadi lebih kompleks.

Sebagai contoh dapat dilihat pada simulasi dibawah dengan menggunakan fluidsim dan cx programmer.




Dapat dilihat pada rangkaian konvensional kita harus merangkai setiap komponen kontrol mulai dari push button, relay, kontak dari relay dan input output. Sedangkan pada Programmable Logic Control (PLC) rangkaian control sudah dibuat dengan bahasa Ladder kita tinggal menghubungkan push button NO dan NC ke modul input Programmable Logic Control (PLC) dan menghubungkan lampu indikator ke modul output dari Programmable Logic Control (PLC) yang kita gunakan.

Selain menggunakan ladder diatas seperti terlihat dalam video. Kita dapat menggunakan instruksi KEEP untuk mengganti ladder set reset diatas.
click disini untuk view video Instruksi Keep

Senin, 09 Januari 2012

Automation Control Part 1

Otomasi atau Automation pertama kali diperkenalkan oleh Delmar S. Harder dari Ford Motor Company untuk menyatakan suatu perpindahan secara otomatis dan terarah dari kegiatan satu ke kegiatan yang lain.
konsep dasar dari otomasi adalah umpan balik (feed back) yaitu kemampuan suatu sistem yang dapat mengetahui apa yang terjadi output dari sistem tersebut, kemudian jika ada kekeliruan maka kekeliruan tersebut akn dikoreksi.

Otomasi dalam suatu plant yang bergerak bisa disebut juga suatu gabungan dari beberapa sub sistem mekanik dan elektrik menjadi satu kesatuan yang utuh sehinngga menghasilkan output yang sesuai dengan apa yang diinginkan

Pada mulanya sistem otomasi bersifat hard automation, dimana jika terjadi perubahan proses maka dilakukan perubahan pada rangkaian fisiknya. dengan kemajuan teknologi sistem otomasi sudah berbasis komputer dan dikenal dengan soft automation.

Dalam sistem kontrol otomasi terdapat beberapa bagian yang menjadi satu kesatuan sistem.
  • Input merupakan suatu nilai yang diinginkan (desire value) 
  • Kontroler merupakan suatu device yang mengolah data input dan error 
  • Aktuator merupakan device yang meneruskan hasil eksekusi kontroler 
  • Plant adalah peralatan yang dikontrol
  • Feed back adalah umpan balik yaitu hasil pengukuran output kemudian diumpan balikkan menuju error detector sebelum masuk ke kontroller.
  • Bagian yang disebut error detector adalah tanda cross (x) didalam lingkaran.
Sebagai contoh sederhana adalah sebagai berikut
  Dari gambar diatas dapat dilihat bagian-bagian kontrol telah memakai komponen.
input -> bentuk yang diingikan
kontroler -> mikrokontroler
aktuator -> relay
palant -> pembetuk plat
feed back -sensor

ane ngopi dulu coy.....bersambung ya...kl mau langsung lihat silahkan klik di Part2
ditunggu komentar dan masukkannya